Yuk, Kita simak video Pola Lantai dalam Tarian Daerah dibawah ini!

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=DOsFf4U5p5w

Pola lantai yaitu garis yang dilalui oleh penari ketika ia melakukan sebuah gerakan tari. Pola lantai sendiri memiliki dua macam pol yakni garis lurus dan garis lengkung. Pola lantai juga disebut susunan gerak, perpindahan dan pergeseran posisi penari. Pola ini sendiri bisa dibentuk secara tunggal seperti tari Jaipong. Kemudian untuk jenis tarian yang berpasangan adalah Tari Serampang Dua Belas.  Dan untuk tari berkelompok adalah Tari Piring. Pola lantai memiliki dua macam pola dasar, yakni garis lurus dan garis lengkung.

1. Pola Garis Lurus

Pola lantai garis lurus sering dijumpai pada pertunjukan tari tradisi di Indonesia. Tari Saman dari Aceh menggunakan pola lantai garis lurus secara horisontal yang menunjukkan hubungan antarmanusia. Jika garis lurus ini dalam bentuk vertikal atau ke atas menunjukkan pada hubungan dengan Tuhan sebagai pencipta. Pada tari Saman iringan menggunakan pujian terhadap Sang Pencipta bernapaskan keagamaan.

Pola lantai garis lurus juga dijumpai pada tarian Bedaya di keraton Jawa. Garis­garis lurus yang dibuat oleh penari menyimbolkan tidak hanya hubungan antarmanusia tetapi juga dengan Sang Pencipta. Pola lantai garis lurus juga dijumpai pada tari Baris Gede di Bali. Garis­garis lurus dapat juga dimaknai memiliki sikap jujur. Pola lantai garis lurus dapat dilakukan dengan berbagai level rendah seperti, berbaring atau duduk. Pada level sedang pola lantai garis lurus dapat dilakukan dengan berlutut atau jongkok. Pola lantai level tinggi dapat dilakukan dengan berdiri, jinjit, atau bahkan melompat dan melayang. Pola lantai garis lurus dapat dilakukan pada jenis penyajian tari berpasangan atau kelompok.

2. Pola Garis Lengkung

Pola lantai tari selain garis lurus dapat juga berbentuk garis lengkung.

  • Tari Kecak merupakan salah satu contoh pola lantai garis lengkung yang membentuk lingkaran.
  • Pola lantai garis lengkung dapat juga dijumpai pada tari Randai dari Minangkabau. Pada penari berjalan mengelilingi pentas membentuk lingkaran.
  • Pola lantai garis lengkung dapat juga dijumpai pada tari Badong dari Toraja, Sulawesi Selatan.
  • Di daerah Flores dapat dijumpai tari dengan menggunakan garis lengkung, yaitu tari Gawi.
  • Tari Rejang Dewa dari Bali juga banyak menggunakan pola lantai garis lengkung.
  • Tari Perang dari daerah Papua juga banyak menggunakan pola lantai lengkung.

Baca Juga : Ludruk: Kesenian dari Rakyat Jelata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU