Yuk, Kita simak video budi daya ulat sutra dibawah ini !

Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=xBHpztKUpBY

Kain sutra merupakan kain yang memilkiki nilai jual tinggi di pasar, bahkan dapat mencapai jutaan rupiah. Apa itu sutra? Sutra merupakan sejenis serat protein alami yang dapat ditenun jadi bahan kain. Jenis sutra yang paling umum digunakan sebagai bahan pembuatan kain berasal dari serat sutra yang dihasilkan dari kepompong ulat sutra murbei.

Sumber: https://sukabumiupdate.com/

Jika melihat harga kain sutra, apakah kalian tidak tertarik untuk mencoba usaha budi daya ulat sutra?  Namun, perlu kalian ketahui bahwa dalam budidaya ulat sutra sangat dibutuhkan ketekunan. Nah, untuk menambah minat kalian dalam usaha budi daya ulat sutra maka akan dipaparkan beberapa tips dalam budi daya ulat sutra.

Budi daya ulat sutra dimulai dengan mempersiapkan kandang. Budi daya ulat sutra membutuhkan ruangan yang cukup luas, sehingga dapat mengakomodir banyaknya ulat sutra yang akan diternak.

1. Mempersiapkan Kandang Ulat Sutra Hidup

Hal pertama yang harus d lakukan dalam membudidayakan atau cara ternak ulat sutra adalah dengan mempersiapkan kandang sebagai tempat ulat sutra hidup. Ruang yang disiapkan juga harus memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan  yang baik, tentu saja dengan menyediakan sarana ventilasi yang memadai. Venilasi yang dimaksud dapat berupa jendela-jendela ruangan. Stelah ruangan untuk kandang dipersiapkan maka langkah selanjutnya adalah membuat kandang dengan bentuk menyerupai rak sebagai tempat hidup ulat.

Rak untuk kandang ini dapat dibuat dari kayu atau bambu. Sangat disarankan untuk melakukan proses sterilisasi bahan yang digunakan dari zat-zat berbahaya bagi perkembangan ulat sutra nantinya. Proses sterilisasi dapat dilakukan dengan menyemprotkan cairan seperti larutan kaporit atau dengan kadarnya masing-masing 0,5% dan juga 3%.

2. Pemilihan Bibit Ulat Sutra

Langkah kedua setelah kandang siap digunakan adalah pemilihan bibit ulat sutra. Bibit ulat sutra dapat dibeli di peternak. Bibit yang dipilih hendaknya dilakukan  10 – 12 hari sebelum pembudidayaan dimulai. Pemilihan bibit juga dilakukan pada masa inkubasi terhadap telur dari ulat sutra agar penetasaan beragam. Tahap inkubasi dilakukan dengan memasukan bbit ulat sutra ke dalam kotak tertutup dengan kertas putih tipis yang kemudian disimpan di dalam ruangan dengan suhu sekitar 25 – 28 derajat celcius dengan intensitas kelembaban ruangan yaitu 75 % – 80 %. Kotak yang sudah berisi telur ulat sutra ini harus terhindar dari sorot sinar matahari secara langsung. Apabila pada masa ini telur ulat sutera terlihat seperti ada tanda bintik berwarna biru, segeralah untuk mengganti penutup kain putih tadi dengan kain hitam yang kemudian diamkan selama 2 hari.

3. Pemberian Pakan Secara Rutin

Budi daya ulat sutra kemudian dilanjutkan dengan pemberian pakan secara rutin. Dalam pemberian pakan ini kita tidak boleh sampai terlambat, karena sifat dasarnya yang rakus. Pemberian makan ulat sutra dilakukan dengan memberikan daun dari pohon murbei. Pemberian pakan ini dilakukan sesuai ukuran dari masing-masing. Ulat yang masih kecil diberikkan sekitar 300 – 400 kg daun murbei.  Untuk ulat yang dewasa atau berukuran besar 1.000 kg – 1.300 kg daun murbei. Ingat, daun murbei yang diberikan harus dibersihkan dahulu batang-batangnya.

4. Pemeliharaan Ulat Sutra

Untuk proses selanjutnya berupa tahap pemeliharaan dengan memperhatikan pola hidup dan keinginan dari ulat sutra ini, seperti banyaknya makan. Ulat sutra ini makan setidaknya 3 kali sehari di pagi , siang, dan juga malam hari. Setelah makan yang cukup banyak ulat sutra akan masuk ke dalam fase hibernasi atau mungkin lebih tepat disebut masa tidur setelah kurang lebih 4 hari.

Dalam masa tidur ini kita harus menaburi ulat dengan kapur dan juga memastikan sirkulasi udara di sekitar kandang cukup baik dengan membuka ventilasi udara. Dengan membuka ventilasi udara yang membuat sirkulasi udara berjalan dengan baik hal itu akan membuat perkembangan dari ulat ini akan sangat baik. Setelah masa tidur selesai , ulat suera akan bangun dan langsung makan sehingga pakan sudah harus dipersiapkan sebelumnya.

Dalam proses pemeliharaan, kita dapat memindahkan ulat sutra ketika sudah cukup besar ke dalam ruangan baru yang memiliki suhu yang berbeda di sekitar 24 – 25 derajat celcius dengan tinggak kelembaban 70 % – 75% yang dimana pada ruangan ini ulat akan berubah menjadi kokon.

Tahap inilah yang dimana nantinya akan dijadikan bahan benang atau serat sutra. pengkokoan ini biasanya berlangsung cukup lama sekitar antara 7 – 8 hari. Pola hidup dari ulat sutera ini mulai dari telur yang kemudian nantinya akan meneteas menjadi ulat kecil dan berkembang menjadi ulat besar memiliki waktu yang cukup singkat dan berbeda-beda tergantung bagaimana kita merawat ulat sutera ini.

Setelah melewati masa itu ulat dewasa akan bermetamorfosis kembali menjadi pupa atau yang sering kita sebut kepompong. Setelah melewati masa kepompong , ulat sutra akan menjadi ngengat. Hal unik dalam proses perkembangan dari ulat sutera ini adalah setiap siklus ataupun fase ulat mulai dari bibit sampai ngengat , mereka akan melalui fase tidur atau istihat yang cukup lama sekitar 4 – 7 hari.

Baca Juga : Kue Tradisional Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU