Yuk, Kita simak video cerdas mencegah pergaulan bebas dibawah ini !

Sumber : https://youtu.be/QuFQ19czhuk

Gambar : mencegah pergaulan bebas
Sumber: https://pkbi-diy.info/

Masa remaja adalah fase di mana seseorang mencari jati dirinya. Kerap kali pada masa ini, seseorang terjerumus pada hal-hal yang tidak baik. Hal ini lantaran pergaulan remaja dari masa ke masa yang berbeda-beda dan memiliki tantangannya sendiri-sendiri sesuai dengan perkembangan zaman. Pergaulan sendiri dapat didefinisikan sebagai sebuah proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok.

Pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian individu. Pergaulan akan mencerminkan kepribadian baik itu positif maupun sebaliknya. Bagaimana maksud pergaulan positif dan negatif itu? Pergaulan yang positif maksudnya dapat berupa kerja sama antar individu atau kelompok untuk melakukan suatu hal yang positif. Sedangkan Pergaulan yang Negatif atau biasa disebut dengan pergaulan bebas lebih mengarah ke pergaulan bebas. Pergaulan negatif inilah yang harus dihindari.

Remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi rentan terjerumus ke pergaulan yang negatif. Hal ini patutlah diwaspadai oleh para orang tua. Adanya pendampingan terhadap anak remaja harus tetap dilakukan untuk mencegah dari hal-hal yang mengarah ke pergaulan negatif. Sebenarnya terdapat banyak faktor yang menyebabkan timbulnya pergaulan bebas di antaranya kurangnya pengawasan orangtua, lingkungan yang kurang baik, salah memilih teman, dll. Lalu bagaimana cara menghindari pergaulan bebas?

Ada beberapa cara untuk menghindarkan remaja terhadap pergaulan bebas.

1. Memperkuat pendidikan agama sejak dini.

Tidak dipungkiri bahwa peran agama sangat penting pada pergaulan remaja hal ini disebebkan karena agama memiliki aturan sendiri dan sangat melekat pada kehidupan seseorang. Nilai religius dan moral yang kokoh bisa dijadikan benteng dari remaja agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

2. Membentuk karakter yang positif.

Dalam pembentukan karakter ini, peran orang tua dan lingkungan sangat mempengaruhi sebab pembentukan karakter dimulai sejak kecil dan perlu waktu untuk menjadi pribadi yang kuat dan kokoh pendirian. Kepribadian seperti inilah yang akhirnya membuat remaja bisa mengendalikan diri sehingga bisa terhindar dari pergaulan bebas.

3. Pemilihan Teman

Hal ini  sangat penting karena pergaulan dimulai dari zona pertemanan sang remaja. Ketika seseorang berteman dengan orang lain yang memiliki suasana positif maka dirinya akan ikut positif. Hal ini  berlaku sebaliknya. Keempat, mempererat hubungan orang tua dengan anak. Adanya sikap terbuka dengan orang tua akan membawa ke hubungan yang baik sehingga bisa membentuk pribadi yang baik. Persoalan-persoalan yang dianggap sebagai hal tabu bisa dikomunikasikan dengan orang tua sehingga seorang remaja tidak terjerembab pada pergaulan bebas.

4. Pemberian Edukasi Seks Pada Anak dan Remaja

Keingintahuan remaja mengenai hal yang berkaitan dengan seksualitas terkadang tidak mendapatkan penyaluran yang benar, sehingga mereka akan mencari tahu melalui jalan yang salah.

Informasi yang berkaitan dengan seksualitas seharusnya didapatkan anak sejak dini, tentu saja disesuaikan dengan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan demikian mereka juga bisa tahu bahaya dan akibat dari pergaulan bebas.

Untuk menghindari pergaulan bebas memang tidak bisa dilakukan hanya dari satu sisi saja, atau dilakukan sendiri oleh anak tanpa dukungan dari orang tua dan lingkungannya. Melainkan diperlukan kepribadian yang kuat yang terbentuk sejak anak masih berusia dini agar ia dapat menentukan sendiri hal yang baik dan buruk.

Baca Juga : Etika Menghadapi Kemacetan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU