Yuk, Kita simak video menghiasi diri dengan berbaik sangka dan beramal saleh dibawah ini !

Gambar: Seorang Anak Memberi Sedekah
Sumber: https://suaramuhammadiyah.id/

1.     Amal Saleh

Amal saleh adalah perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan terhadap diri sendiri, sesama manusia atau makhluk lainnya berdasarkan syariat Islam serta ikhlas karena Allah Swt.. Berbuat kebaikan dan amal saleh adalah perintah Allah Swt. yang akan dapat mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan hidup, baik di dunianya maupun akhiratnya. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surah al-‘Ashr “

“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 2-3)

Dalam ayat yang lain menyebutkan bahwa orang-orang yang senantiasa beramal baik, mereka adalah calon para penghuni surga yang senantiasa kekal di dalamnya.

Inti pokok dalam Islam adalah iman dan amal saleh. Iman adalah keyakinan sepenuh hati akan ketuhanan Allah Swt. sedangkan amal saleh adalah pengejawantahan iman dengan berupa amal-amal kebaikan. Keimanan harus dibuktikan dengan amal saleh dan amal saleh harus dilandasi dengan keimanan yang benar.

2.     Berbaik Sangka

Husnudzan memiliki arti berbaik sangka, lawannya adalah su’udzan, yaitu buruk sangka. Allah Swt senantiasa memerintahkan dan mengingatkan agar selalu berbaik sangka terhadap segala hal yang menimpanya, khususnya terkait dengan ketentuan takdir yang telah ditetapkan atasnya. Selain itu manusia juga diwajibkan untuk berbaik sangka terhadap saudaranya.

Seseorang yang memiliki mental berbaik sangka, maka ia akan senantiasa bertutur kata dengan sopan dan berbuat baik kepada semua orang. Ia tidak mudah terpengaruh dengan provokasi-provokasi negatif yang ada di sekelilingnya.

Perintah Allah Swt. untuk selalu berhusnudzan dan menjauhi perbuatan buruk sangka terdapat dalam surah al-Hujurat ayat 12:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Hujurat: 12)

Perbuatan husnudzan dapat diaktualisasikan dalam beberapa sikap penting, khususnya husnudzan kepada Allah Swt., kepada orang lain, dan kepada diri sendiri. Maksud dari berhusnudzan kepada diri sendiri adalah memiliki kepercayaan diri, optimis dan senantiasa bekerja keras.

Baca Juga: Ketentuan Ibadah Puasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU