Yuk, Kita simak video hidup lebih damai dengan sabar, ikhlas, dan pemaaf dibawah ini !

Gambar: Saling Memaafkan
Sumber: https://www.aida.or.id/

1.     Surah an-Nisa’ Ayat 146

Surah an-Nisa’ ayat 146 ini mengajarkan kepada umat Islam tentang sebuah keikhlasan. Ikhlas adalah sebuah amalan hati yang sangat rahasia, hanya Allah Swt. saja yang tahu keikhlasan pada setiap hambanya. Ikhlas sangat berkaitan erat dengan kualitas niat seseorang, jika seseorang salah dalam niat, maka amal kebaikannya tidak bernilai di sisi Allah Swt. 

Menurut ulama ahli tasawuf, ikhlas memiliki tiga tingkatan. Tiga tingkatan ikhlas tersebut adalah ikhlasnya para abid atau orang awam, ikhlasnya para muhib atau orang yang mencintai dan ikhlashnya para arif, yaitu orang yang bijaksana.

2.     Surah al-Baqarah Ayat 153

Dalam ayat ini, Allah Swt. memerintahkan kaum muslimin untuk senantiasa meminta pertolongan Allah Swt. dengan bersabar dan mendirikan salat. Sabar berarti kemampuan menahan amarah. Sabar merupakan sifat terpuji yang harus dimiliki setiap muslim. Seorang muslim hendaknya senantiasa bersabar, baik dalam menjalankan kewajiban Allah dan bersabar dalam menjauhi segala bentuk larangan-larangannya.

Dalam kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa sabar ada tiga jenis, sabar ketika mendapat musibah, sabar dalam ketaatan dan sabar dalam menahan diri dari kemaksiatan. Orang yang mampu bersabar atas ujian akan mendapatkan pahala dan posisi istimewa di sisi Allah Swt., sedangkan orang-orang yang selalu mengeluh dan tidak punya kesabaran hanya akan mendapat kerugian.

3.     Surah Ali Imrah Ayat 134

Kandungan utama dari firman Allah Swt. ini adalah anjuran untuk menjadi orang yang bersikap pemaaf. al-‘afwu secara bahasa artinya menghapus, maknanya adalah menghapus kesalahan yang telah diperbuat oleh orang lain.

Manusia semasa hidup di dunia pasti memiliki kesalahan dan dosa. Tidak ada seorang pun yang luput dari perbuatan lalai dan salah kecuali para Nabi dan Rasul. Maka dari itu sebai-baik manusia yang berani meminta maaf kepada seseorang yang dizalimi.

Karena manusia tidak dapat luput dari kesalahan, maka hendaknya kita selalu lapang dada dan mudah memberi maaf kepada orang lain. Seorang muslim dilarang bermusuh-musuhan dengan saudara muslim lainnya lebih dari tiga hari. Hendaknya setiap muslim selalu menyambung tali silaturrahmi dan memaafkan kepada orang-orang yang berbuat zalim.

Baca Juga: Pentingnya Berempati dan Hormat kepada Orang Tua dan Guru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU