Mengenang Perjuangan Yos Sudarso

Yuk, Kita simak video Mengenang Perjuangan Yos Sudarso dibawah ini!

Mengenang Perjuangan Komodor Yos Sudarso yang merupakan pahlawan Indonesia. Beliau telah gugur di Laut Aru. Sosok Yos Sudarso tidak bisa dilepaskan dari perjuangan bangsa Indonesia dalam pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Pada 19 Desember 1961, Presiden RI Soekarno mendeklarasikan Tri Komando Rakyat (Trikora) untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda. Hal ini ditindaklanjuti dengan pembentukan Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Yos Sudarso terlibat sentral dalam rangkaian operasi militer.

Yosaphat Sudarso atau lebih dikenal Yos Sudarso adalah salah satu tokoh penting di kalangan Angkatan Laut Indonesia. Beliau lahir dari keluarga terdidik dengan ayah bernama Sukarno Darmoprawiro yang berprofesi polisi dan ibu bernama Mariyam. Sejak kecil, Yos Sudarso sudah dididik dengan keras oleh ayahnya sehingga menjadi pribadi yang cerdas dan tegas.

Yos Sudarso diserahi tugas sebagai Deputi Operasi.

Tugas yang berat bagi Yos Sudarso. Kisah heroik mengenai pertempuran Yos Sudarso akhirnya terjadi pada tanggal 15 Januari 1962. Ketika itu Yos Sudarso melakukan patroli dengan membawa tiga kapal yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau di bawah komandonya.

Yos Sudarso memiliki kewajiban besar untuk melakukan patroli dan bergerilya untuk mendapatkan banyak informasi terkait militer Belanda. Patroli yang dilakukan Yos Sudarso ternyata diketahui  oleh militer Belanda yang memiliki persenjataan lebih kuat. Belanda bahkan mengejar kapal milik AL dengan kapal perusak destroyer

Mengenang Perjuangan Yos Sudarso
Gambar KRI Macan Tutul
Sumber: https://www.boombastis.com/yos-sudraso/78217

Kesadaran Yos Sudarso

Beliau sadar bahwa pertempuran dengan Angkatan Laut Belanda bakal tidak seimbang dalam hal persenjataan. Yos Sudarso kemudian memerintahkan ketiga kapal yang ia komandoi untuk mundur sementara. Manuver 180 derajat kemudian dilakukan ketiga kapal tersebut. Pihak Belanda mengira bahwa kapal Indonesia akan melakukan manuver untuk menyerang. Belanda kemudian melepaskan tembakan untuk menyerang. KRI Macan Tutul ketika itu berhadapan dengan kapal perusak Belanda. Yos Sudarso kemudian memerintahkan KRI Macan Tutul untuk pasang badan agar dua kapal lainnya bisa bisa meninggalkan medan pertempuran. 

Belanda terus menyerang KRI Macan Tutul. Selain menghadapi kapal kapal laut  milik Belanda, KRI Macan Tutul juga harus berjuang menghindari serangan pesawat Neptune. Hingga akhirnya, tembakan kanon kapal laut milik Belanda menghantam telak KRI Macan Tutul yang ditumpangi Yos Sudarso. Beliau gugur dengan para awak kapal lain sebagai seorang pejuang yang gagah berani membela Indonesia. Yos Sudarso telah mengorbankan nyawanya untuk republik Indonesia dan demi menyelamatkan rekan-rekannya. KRI Macan Tutul tenggelam bersama 24 orang yang ikut bersamanya sebagai kusuma bangsa. Sementara itu, 53 anggota kru kapal lain yang selamat kemudian dijadikan tawanan Belanda.

Baca juga: Penyebab Kegagalan Demokrasi Liberal

Perjuangan heroik serta pengorbanan Yos Sudarso di masa lalu,

Hal itu membuat Yos Sudarso mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah RI. Pemerintah Republik Indonesia menaikkan pangkat Yos Sudarso menjadi Laksamana Muda TNI AL Anumerta dan mengangkatnya sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden No. 088/TK/Th. 1973 pada tanggal 6 November 1973. Tak hanya itu, namanya juga diabadikan sebagai nama Pulau, sekolah-sekolah bercorak Katolik, hingga jalan di berbagai daerah Indonesia. 

Kisah perjuangan Yos Sudarno dalam membela dan mengorbankan dirinya untuk bangsa Indonesia patut dikenang dan diteladani. Kita sebagai generasi penerus sudah sepantasnya meneruskan perjuangannya dengan menjaga NKRI. Caranya dengan melakukan hal-hal yang positif dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU