Bermuamalah Sesuai Islam

Yuk, Kita simak video Bermuamalah Sesuai Islam dibawah ini!

Muamalah adalah peraturan-peraturan Allah subhanahu wa ta’ala yang harus diikuti dan ditaati dalam hidup bermasyarakat. Sedangkan dalam arti khusus muamalah adalah aturan dari Allah dengan manusia lain dalam hal mengambangkan harta benda. Interaksi antara manusia tersebut akan membutuhkan kesepakatan demi kemaslahatan bersama. 

Secara umum Bermuamalah Sesuai Islam mencakup dua aspek, yakni aspek adabiyah dan madaniyah. Aspek adabiyah yakni kegiatan muamalah yang berhubungan dengan kegiatan adab dan akhlak, contohnya menghargai sesama, kejujuran, saling meridhoi, kesopanan, dan sebagainya. Sedangkan aspek madaniyah adalah aspek yang berhubungan dengan kebendaan, seperti halal haram, syubhat, kemudharatan, dan lainnya. 

Dalam hubungan dengan sesama mahluk manusia dibatasi oleh syariat, yang terdiri dari hak dan kewajiban.

Berikut ini sedikit penjelasan tentang jual beli, khiyar dan qiradh:

Jual Beli

Jual beli merupakan salah satu aktifitas manusia yang paling sering dijumpai. Salah satu hikmah dihalalkannya jual beli dikalangan mereka dalam rangka melestarikan manusia dan menyatukan hubungan antar mereka sebagai makhluk yang membutuhkan orang lain. Bentuk jual beli ada juga yang diharamkan dan ada juga yang diperselisihkan hukumnya. Oleh karena itulah, Islam mengatur ini semua agar terwujud tatanan kehidupan yang sarat dengan keadilan.

Hukum jual beli ada empat, yaitu:

  1. Mubah (boleh), merupakan hukum dasar jual beli.
  2. Sunnah, apabila jual beli kepada kerabat atau kepada orang yang membutuhkan barang tersebut.
  3. Wajib, jual beli menjadi wajib hukumnya tergantung situasi dan kondisi, seperti menjual harta anak yatim apabila dalam keadaan terpaksa.
  4. Haram, jual beli haram hukumnya apabila tidak memenuhi syarat/rukun jual beli atau melakukan larangan jual beli serta menjual atau membeli barang yang akan digunakan untuk hal buruk.

Adapun rukun jual beli dalam Islam yaitu sebagai berikut:

  1. Adanya penjual dan pembeli
  2. Barang
  3. Harga
  4. Akad (ijab-qobul)

Ijab dilakukan oleh penjual dan qobul dilakukan oleh pembeli. Contoh, penjual: saya jual tas ini padamu dengan harga 50.000 rupiah. Pembeli: saya terima/ setuju dengan harga tersebut atau cukup dengan mengatakan “ya”.

Khiyar

Khiyar secara bahasa dapat diartikan pilihan atau kebebasan memilih. Sedangkan menurut istilah, khiyar adalah hak milik bagi penjual atau pembeli untuk meneruskan akal jual beli atau membatalkannya. Macam-macam khiyar ada tiga, yaitu : khiyar majelis, khiyar syarat dan khiyar ‘aibi. Tujuan diadakannya khiyar adalah agar kedua belah pihak dapat mempertimbangkan sebaik-baiknya terhadap barang yang diperjualbelikan, sehingga tidak ada penyesalan dikemudian hari. Melakukan khiyar hukumnya mubah atau boleh.

Qiradh

Qiradh menurut bahasa berarti pinjaman atau hutang.  berasal dari kata al-qardhu yang berarti potongan. Menurut istilah ialah mensyarahkan harta milik, berupa uang, emas, atau bentuk lain kepada seseorang sebagai modal usaha kerja dengan harapan akan mendapatkan keuntungan, dan keuntungan tersebut dibagi menjadi dua menurut perjanjian akad. Melakukan qiradh hukumnya mubah atau boleh.

Rukun Qiradh

Adapun rukun qiradh dalam Islam yaitu sebagai berikut:

  1. Modal
  2. Pemilik modal yang menjalankan modal
  3. Ada pekerja atau pelaku usaha
  4. Lapangan kerja jelas
  5. Keuntungan
  6. Ijab kabul

Begitulah penjelasan transaksi ekonomi dalam islam yang dapat dicontohkan seperti aktivitas di pasar yang para pedagangnya menggunakan sistem perdagangan secara islam. Hendaknya kita semua dapat menerapkan transaksi ekonomi sebagaimana agama ini telah mengaturnya dengan sempurna.

Baca Juga: Mari Menghindari Riba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU