Kurban dan Aqiqah

Yuk, Kita simak video Kurban dan Aqiqah dibawah ini!

Kurban dan Aqiqah adalah kedua ibadah yang memiliki kesamaan walaupun secara tujuan memiliki perbedaan. Perintah berkurban sangat disarankan bagi umat muslim sebagai bentuk latihan keikhlasan dan pengorbanan serta mendekatkan diri pada Allah.  Begitupun Aqiqah memiliki teknis ibadah seperti kurban, yaitu menyembelih hewan kurban. Untuk mengerti perbedaan keduanya, mari pelajari lebih dalam tentang kurban dan akikah :

Kurban

Secara istilah, Kurban adalah hewan ternak yang disembelih pada hari ‘Idul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Artinya

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban)…”. (Q.S. Al-Hajj: 34).

Kurban hukumnya sunah mu’akkad atas orang yang memenuhi syarat-syarat yaitu Islam, merdeka (bukan hamba), baligh lagi berakal, mampu untuk berkurban. Kecuali kurban sebagai bentuk nadzar maka itu wajib. 

Waktu penyembelihan hewan kurban yang paling utama adalah hari Nahr, yaitu hari raya ‘Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijah setelah melaksanakan shalat ‘Idul Adha bagi yang melaksanakannya dan hari Tasyrik yaitu tanggal 11,12,13 Dzulhijjah.

Hewan kurban yang disembelih sebelum shalat ‘Idul Adha tidak sah, hukumnya hanya seperti sembelihan biasa. 

Tempat menyembelih sebaiknya dilaksanakan di tanah lapang yang dekat dengan tempat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha. Pemanfaatan daging kurban dapat dimakan oleh orang yang berkurban, disedekahkan kepada fakir miskin untuk memenuhi kebutuhan mereka dan dapa pula dihadiahkan pada kerabat untuk memperkuat ukhuwah.

Adapun syarat binatang kurban adalah sebagai berikut. 

  1. Hewan kurban tersebut milik orang yang berkurban atau diperbolehkan (diizinkan) baginya untuk berkurban dengannya. 
  2. Penyembelihan kurbannya harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syariat.
  3. Jenis hewan berupa Bahimatul al-An’aam atau binatang ternak misalkan unta, sapi dan kambing, baik domba atau kambing biasa.
  4. Ketentuan umur binatang kurban. Ketentuan umur binatang Kurban adalah sudah musinnah (cukup umurnya) yang ditandai pergantian giginya.
  5. Bebas dari aib dan cacat. 

Setelah mengetahui syarat binatang kurban, berikut hikmah dalam berkurban :

  1. Sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah
  2. Berkurban adalah ibadah yang paling utama
  3. Mengenang dan meneladani sikap kepatuhan Nabi Ibrahim dan Ismail dalam menjalankan perintah Allah
  4. Bagi orang yang berkurban, merupakan bentuk kesyukuran atas nikmat yang telah diterima 
  5. Bagi fakir miskin, kurban merupakan kebahagiaan karena mereka dapat menikmati daging kurban. 

Ketentuan menyembelih kurban tidak berbeda dengan penyembelihan hewan secara umum.

Berikut ini adalah cara menyembelih hewan kurban:

  • Hewan sembelihan dirobohkan pada rusuk kirinya seperti sapi dan kambing. Sedangkan unta biasanya dengan posisi berdiri yang disebut nahr.
  • Disunahkan untuk mengarahkan hewan kurban ke arah kiblat dan mengucapkan:

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَنِيْفاً وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ، إِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أَمَرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

  • Dan di saat menyembelih mengucapkan:

بِاسْمِ الله وَاللهُ أَكْبَر، اللّٰهُمَّ هٰذَا مِنْكَ وَلَكَ

Aqiqah

Secara bahasa kata aqiqah berasal dari bahasa arab ‘aqqu (عَقُّ) bermakna bulu atau rambut bayi. Secara istilah, aqiqah adalah pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur umat Islam terhadap Allah SWT. mengenai bayi yang dilahirkan.

Hukum aqiqah yaitu sunah muakad kecuali dinazarkan menjadi wajib. Hewan yang sah digunakan untuk aqiqah sama dengan hewan yang sah untuk kurban. Praktek penyembelihan hewan aqiqah sama dengan praktek penyembelihan hewan kurban.

Ketika aqiqah, ada beberapa hal yang disunahkan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menyembelih hewan aqiqah.
  2. Mencukur rambut anak yang diaqiqahi.
  3. Bersedekah seberat timbangan rambut bayi dengan nilai harga Emas/perak.
  4. Memasak daging sembelihan aqiqah dan tidak memberikannya dalam keadaan mentah
  5. Disembelih oleh ayah dari anak yang diaqiqahi.
  6. Memberi nama yang baik.

Kepada orangtua yang dianugerahi anak doa yang di bacakan adalah sebagai berikut:

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Artinya

“Semoga Allah memberkahimu, dalam anak yang diberikan kepadamu, kamu pun bersyukur kepada Sang Maha Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya”.

Perhatikan tabel perbedaan antara kurban dan aqiqah di bawah ini!

Kurban dan Aqiqah

Baca Juga: Bermuamalah Sesuai Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU