Dakwah Walisongo

Yuk, Kita simak video Dakwah Walisongo dibawah ini!

Walisongo merupakan penyebar islam di Tanah Jawa. Secara harfiah kata “wali” berarti wakil, dan “songo” dalam bahasa Jawa artinya sembilan. Dakwah Walisongo dilakukan pada masyarakat yang tersebar di Tanah Jawa dengan cara yang berbeda-beda dan tersebar di berbagai daerah. Walau memerlukan waktu yang lama, atas ikhtiar (baca juga: Optimis, Ikhtiar, dan Tawakal) dakwah  para wali banyak masyarakat yang memeluk Islam dan mengembangkan Islam di lingkungan sekitar mereka.

Dakwah Walisongo
Gambar : wali songo
Sumber: https://www.romadecade.org/

Berikut yang merupakan walisongo:

  • Sunan Gresik

Berdakwah di wilayah Gresik, Jawa Timur. Beliau berdakwah dengan cara pergaulan di masyarakat. Budi pekerti dan ramah tamah selalu diperhatikan saat pergaulan sehari-hari dengan masyarakat. Sunan Gresik juga mengajarkan bercocok tanam untuk mengambil hati. Selainitu, juga mendirikan pondok pesantren dan masjid sebagai tempat untuk megajarkan agama Islam. 

  • Sunan Ampel 

Dikenal juga dengan nama Raden Rahmat. Ia menyebarkan Islam melalui pendidikan pesantren di wilayah Surabaya. Sunan Ampel juga perencana berdirinya Kerajan Demak.

  • Sunan Giri

Tidak hanya menyebarkan Islam di Tanah Jawa tapi juga sampai ke Maluku. Sunan Giri menyebarkan Islam melalui dunia seni dan sangat berpengaruh terhadap pemerintahan di Kerajaan Demak yang merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa.

Selanjutnya,

  • Sunan Bonang

Disebut juga Raden Makdum Ibrahim menyebarkan islam melalui kesenian. Ia menciptakan tembang “Tombo Ati” yang terkenal hingga saat ini. Gamelan Jawa merupakan salah satu budaya Hindu diubah dengan nuansa Islam. Dimana dengan memasukkan rabab dan bonang sebagai pelengkap dari gamelan Jawa.

  • Sunan Drajat

Menggunakan kegiatan sosial sebagai media berdakwah. Ia yang mempelopori penyantunan kepada anak-anak yatim dan orang-orang sakit. Di bidang politik Sunan Drajat sangat mendukung kerajaan Demak.

  • Sunan Kalijaga

Dalam dakwahnya memanfaatkan media wayang. Dimana memasukkan cerita-cerita ajaran Islam. Tidak hanya lewat wayang tapi juga lewat seni ukir dan suara. Beberapa lagu diciptakan beliau, seperti “lir ilir” dan “Gundul Pacul”. Cara itu dipakai untuk menarik dan mengambil hati masyarakat, bahkan terkesan efektif.

  • Sunan Muria

Turut membantu berdirinya Kerajaan Islam Demak. Ia banyak menyebrkan Islam di sekitar Jawa Tengah. Sarana yang dipakai untuk berdakwah sama yang dipakai Sunan Kalijaga, yakni lewat kesenian dan kebudayaan.

  • Sunan Gunung Jati

Berasal dari Palestina. Ia belajar agama diberbagai negara sejak usia belia. Sunan Gunung Jati merupakan satu-satunya wali yang menjadi kepala pemerintah. Ia mendirikan kesultanan Cirebon dan Banten.  Posisinya dimanfaatkan untuk menyebarkan dan mengembangkan Islam. Cara berdakwah yang dipakai cenderung seperti Timur Tengah yang lugas dan mendekati masyarakat dan membangun infrastruktur.

  • Sunan Kudus

Cara mendekati masyarakat dengan memanfaatkan simbol-simbol Hindu Budha. Itu bisa dilihat pada arsitektur Masjid Kudus yang memiliki keunikan. Ia berasal dari Palestina dan menyebarkan agama Islam di pesisir Jawa Tengah. Ia pernah menjadi senapati atau panglima perang kerajaan Demak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU