Tata Cara Pelaksanaan Haji dan Umrah

Yuk, Kita simak video Tata Cara Pelaksanaan Haji dan Umrah dibawah ini!

Setelah mereka mendirikan Ka’bah dan mendapatkan seruan perdana pelaksanaan haji yang ditujukan kepada Nabi Ibrahim AS dan umatnya dengan cara mengelilingi Ka’bah dan melaksanakan serangkaian ibadah di sana. Namun fungsi mulia ini dinodai oleh generasi pra-Islam dengan menjadikannyah sebagai tempat penyembahan berhala.

Maka setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, salah satu misi dakwah beliau (Baca juga: Dakwah Walisongo) adalah membawa perubahan besar terhadap fungsi Ka’bah sebagai Baitullah (rumah Allah). Meskipun dengan penuh tantangan dan rintangan ada abad ke-8 H kaum muslimin mendapatkan kemenangan dari kafir Quraisy yang dikenal dengan Fathu Makkah. Hingga sekarang ini kita dapat melakukan ibadah haji dengan umrah. Dalam Tata Cara Pelaksanaan Haji dan Umrah terdapat beberapa perbedaan. Selain perbedaan waktu, juga banyaknya tempat, dan tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Tata Cara Pelaksanaan Haji dan Umrah
Gambar : indahnya ka’bah
Sumber: https://risalahtour.com/

Haji

Pelaksanaan ibadah Haji dapat ditempuh dengan tiga cara yaitu:

  1. Setelah melaksanakan tahalul umrah (sudah berganti dengan pakaian biasa), pada 8 Zulhijah, Jemaah berpakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji. Ini disebut Haji Tamattu’.
  2. Setelah melaksanakan umrah tidak bertahalul (tetap dalam pakaian ihram), kemudian langsung melaksanakan ibadah haji. Ini disebut haji Qiran.
  3. Melaksanakan ibadah haji saja tanpa umrah terlebih dahulu. Ini disebut haji Ifrad.

Tanggal 8 Zulhijjah disebut Tarwiyah, seluruh Jemaah haji setelah berpakaian ihram berangkat menuju padang Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Tanggal 9 Zulhijjah, sekitar waktu maghrib, Jemaah haji berangkat ke Mudzdalifah dan menginap satu malam di sana, sambil memungut batu-batu kecil sebanyak 70 buah.

Awal pagi yang masih gelap, pada tanggal 10 Zulhijjah Jemaah harus sudah ada di Mina untuk melaksanakan Jumratul Aqabah, yaitu melemparkan 7 buah batu dengan 7 kali lemparan di satu tempat.

Setelah tahalul, Jemaah melaksanakan penyembelihan kurban di Mina. Siang harinya berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan tawaf ifadah. Sebelum Magrib tanggal 10, Jemaah sudah harus brada di Mina lagi. Tanggal 11, 12, 13 (atau hanya tanggal 11 dan 12 saja) untuk melaksanakan umrah lanjutan dengan melemparkan batu pada tiga tempat, yaitu 7 batu dengan 7 lemparan (sehari 21 kali lemparan). Selesai jumrah seluruhnya, Jemaah menuju kota Mekkah untuk bersiap pulang ke tanah air. Menjelang pulang, Jemaah diperintahkan untuk melaksanakan tawaf Wadaâ atau tawaf perpisahan.

Umrah.

Memakai Ihram, yaitu memakai pakaian ihram setelah mandi dan berwudhu, kemudian shalat dua rakaat dan berniat ihram di Miqat.

Tempat berangkatnya (Miqat) adalah salah satu dari tempat-tempat berikut ini, yaitu:

  1. Dzulhulaifah untuk Jemaah yang berangkat dari arah Madinah
  2. Juhfah untuk Jemaah yang berangkat dari arah Mesir dan Syria
  3. Qarnulmanazil untuk Jemaah yang berangkat dari arah Najd
  4. Yalamlam untuk Jemaah yang berangkat dari arah Yaman, India, Asia Tenggara
  5. Dzati Iraq untuk Jemaah yang berangkat dari arah Irak
  6. Mekkah untuk Jemaah yang berangkat dari Mekkah

Kemudian berangkat menuju Masjidil Haram, lalu melakukan tawaf, yaitu mengelilingi Kaâbah tujuh kali. Dimulai dari arah Hajar Aswad, di mana Kaâbah berada di sebelah kiri orang yang tawaf. Dilanjutkan dengan melakukan saI, yaitu lari-lari kecil antara bukitb Safa dan Marwa. Setelah sai, Jemaah melakukan tahalul, yaitu dengan memotong rambut sedikit agar bebas dari ketentuan-ketentuan Ihram. Setelah tahalul ini, selesai pulalah ibadah umrah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU