Seni dan Budaya Islam di Indonesia

Yuk, Kita simak video Seni dan Budaya Islam di Indonesia dibawah ini!

Keberagaman Seni dan Budaya Islam di Indonesia tidak dapat terlepas dari warisan para pendahulu umat Islam yang memiliki kontribusi besar dalam memberikan warna baru wajah Nusantara. Mereka mampu memadukan nilai-nilai Islam dengan kesenian lokal sehingga mampu membentuk generasi bangsa yang berakhlak mulia. Sebagaimana yang terkandung dalam ajaran Al-Qur’an dan Hadis.  

Seni budaya lokal dapat dipahami sebagai sebuah tradisi di daerah yang berkembang secara turun-temurun. Sehingga menjadi sebuah pola kehidupan masyarakat yang kita kenal sekarang. Sangat benyak sekali bentuk budaya lokal yang memiliki nilai-nilai ajaran Islam. Khususnya di awal masa islamisasi yang dilakukan para ulama dan Walisanga.

Di antara yang paling terkenal luas oleh masyarakat Indonesia adalah wayang. Wayang merupakan pagelaran seni yang bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabarat. Namun oleh para Wali ceritanya diubah dan dimasukkan nilai-nilai dari syariat Islam. Wayang sendiri memiliki arti bayangan, yaitu bayangan dari pencerminan sifat-sifat yang ada pada manusia.

Selain wayang, dikenal juga Hadrah dan shalawat Nabi. Salah satu jenis perayaan Islam yang dibawakan sekelompok orang yang berisi pujian kepada Allah dan Nabi-Nya. Kemudian Qashidah, yaitu suatu jenis lagu atau syair yang berisi tentang nasihat-nasihat dan do’a-do’a. Selain keduanya masyarakat Islam juga sangat akrab dengan budaya seperti tari Zapin, kesenian Debus (seni bela diri untuk membangkitkan semangat juang) dan juga suluk (bentuk spiritual Islam yang ditulis dalam bentuk puisi atau sastra)

Tradisi Islam Jawa

Selain seni budaya, tradisi lokal yang bernafaskan Islam juga banyak berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa, umat muslim mengenal tradisi tahlilan, yaitu tradisi mengucapkan kalimat thayyibah (dzikir) yang dilakukan sekelompok orang untuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Kemudian grebeg, yaitu suatu upacara keraton yang dilaksanakan bertepatan dengan hari lahir Nabi Muhammad, hari besar Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu ada juga takbiran, yaitu perayaan keliling kampung dengan mengucapkan takbir pada malam Idul Fitri.

Tradisi Islam Sunda

Di Sunda dikenal adanya upacara Reuneuh Mundingeun yaitu suatu upacara yang ditujukan untuk seorang perempuan yang hamil lebih dari 9 bulan dan belum melahirkan. Ada juga dikenal Tembuni, yaitu semacam upacara untuk memelihara placenta bayi atau dikenal dengan ari-ari.

Tradisi Islam Melayu

Dalam tradisi Melayu dikenal tradisi tahlil Jamak/ kenduri ruwah, yaitu pesta yang dilakukan masyarakat Tanjungpinang untuk menyambut bulan puasa Ramadhan. Ada juga tradisi Barzanji, yaitu suatu tradisi Melayu yang dilakukan dengan membaca kisah kehidupan Nabi Muhammad melalui nyanyian dan syair dalam kitab Barzanji. 

Tradisi Islam Bugis

Selain di Melayu, tradisi Barzanji juga menjadi kebiasaan dan adat tradisi muslim Bugis. Tradisi ini dikenal sebagai pengganti dari upacara jahiliyah yang dikenal dengan La Galigo. Masyarakat Bugis juga mengenal tradisi Ammateang yaitu suatu upacara kematian yang dilaksanakan ketika mendapati salah seseorang yang meninggal dunia. Tradisi ini memiliki kemiripan dengan istilah Islam yaitu takziyah (melayat kepada keluarga yang ditinggal mati dengan tujuan agar keluarga selalu diberi kesabaran dan keteguhan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU