Pendidikan Karakter Jujur

Yuk, Kita simak video Pendidikan Karakter Jujur dibawah ini!

Pendidikan Karakter Jujur harus ditanamkan sejak dini agar anak menjadi generasi penerus yang berguna bagi bangsa dan negara, baik di lingkungan keluarga oleh orang tua, maupun dilingkungan sekolah oleh guru. (baca juga: Adab Terhadap Orang Tua dan Guru).

Pendidikan Karakter Jujur
Gambar : hancurnya alam semesta
Sumber: https://www.pelajaran.co.id/

Ada tiga tingkatan kejujuran yaitu:

  1. Kejujuran dalam ucapan, yakni kesesuaian ucapan dengan realita
  2. Kejujuran dalam perbuatan. Yaitu kesesuaian antara ucapan dengan perbuatan
  3. Kejujuran dalam niat, adalah kejujuran tertinggi dimana ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk Allah.

Membiasakan diri untuk selalu jujur, walaupun dalam hal kecil akan menjadikan kejujuran menjadi kebiasaan kita.

Cara menumbuhkan sikap jujur kepada siswa:

  1. Seorang guru harus bisa menjadi teladan bagi siswanya. Jika seorang guru ingin membangun karakter jujur pada anak didiknya, maka karakter jujur itu harus terbiasa muncul dulu pada guru tersebut.
  2. Guru harus berani jujur mengakui kesalahannya didepan anak didiknya, dengan hal tersebut bukan berarti mengurangi rasa hormat kepada guru tersebut, melainkan dengan hal tersebut malah akan bertambah kekaguman atas kejujuran guru tersebut.
  3. Ketrampilan dan perhatian guru dalam menyelidiki siswa yang tidak jujur juga merupakan syarat bagi seorang guru menanamkan kejujuran kepada siswa. 
  4. Guru harus kritis terhadap permasalahan siswa. Penting sekali guru untuk tampil dalam menyelidiki siwa yang bermasalah, tentang apakah dia jujur atau tidak kepada gurunya dalam menyampaikan masalah tersebut. Konsistensi reward dan punishment yang diberikan juga sangat dibutuhkan untuk memperkuat agar anak selalu berbuat jujur. Kebiasaan memberikan stimulus berupa sikap kritis guru terhadap permasalahan siswa, reward dan punishment yang diberikan guru, tentunya akan memunculkan respon siswa untuk tidak berusaha bohong terhadap permasalahannya, karena siswa tersebut sering mengalami pengalaman bahwa kejujuran pastilah yang menang dan untung, sedangkan kebohongan pastilah akan kalah dan merugi.
  5. Proses penilaian disetiap mata pelajaran pun bisa menjadi alat untuk menanamkan karakter jujur pada siswa. Syaratnya adalah guru harus membuat dan menjalankan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) setiap masa pelajaran yang memasukkan nilai karakter jujur pada kegiatan pembelajaran di setiap kompetensi dasar yang dibebankan kepada siswa. Sehingga, siswa diharapkan tidak hanya melulu fokus pada nilai akademiknya saja tetapi juga nilai karakternya.

Sebagai kesimpulan,

Bahwa usaha guru dalam menanamkan karakter jujur pada siswa dengan menggunakan pendekatan behaviorisme, dapat dimulai dengan menggunakan stimulus berupa keteladanan berupa kejujuran terhadap guru terlebih dahulu. Seorang guru juga harus terampil dalam bersikap kritis terhadap permasalahan siswa. Konsistensi reward dan punisment pun harus ditegakkan agar siswa akan terbiasa bersikap jujur. 

Guru juga harus membiasakan mengambil nilai karakter jujur siswa dalam kegiatan pembelajarannya di setiap mata pelajaran yang diterima murid. Dengan begitu, stimulus berupa pembiasaan untuk bersikap jujur akan menghasilkan respon-respon kejujuran dari murid yang kemudian menjadi karakter mereka. (Sumber: http:// www.kompasiana.com/)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU