Beriman Pada Hari Akhir

Yuk, Kita simak video Beriman Pada Hari Akhir dibawah ini!

Setiap umat muslim di dunia diharuskan untu mengetahui dan mengamalkan rukun iman. Salah satu rukun iman ialah Beriman Pada Hari Akhir. Hari akhir (hari kiamat) adalah hari dimana seluruh alam semesta beserta isinya akan hancur secara bersamaan. Sebagai dalil Allah dalam surat ali-Imran ayat 114:

 يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَٰئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ

Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, mereka menyuruh kepadayang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan)pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Ali‘Imran: 114).

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang beriman kepada hari akhir memiliki sikap dan perilaku yang tentunya berbeda dengan orang yang tidak beriman pada hari akhir.

Ciri-ciri orang yang mengimani hari akhir:

Selalu berhati-hati dalam bersikap

Orang yang beriman percaya bahwa setiap amal perbuatan manusia baik itu baik atau buruk selalu dicatat oleh malaikat-malaikat Allah. Tidak akan ada satu amalanpun yang akan terlewatkan. Amal perbuatan ini nantinya yang akan menjadi penentu manusia setelah kematian hingga tiba hari akhir. Sesuai dengn Firman Allah dalm surah al-Isra ayat 13:

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا

“Dan tiap-tiap manusiaitu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) padalehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yangdijumpainya terbuka.” (QS. Al Isra’: 13).

Orang yang beriman terhadap hari akhir akan lebih berhati-hati dalam bersikap. Misalkandalam berbicara dia akan berkata jujur (baca juga: Pendidikan Karakter Jujur ). Karena ia menyadari bahwa kesalahan yang diperbuat walau hanya sedikit saja akan mengurangi kesempatannya untuk menuju surga-Nya Allah Swt.

Bersemangat untuk mengerjakan kebaikan

Jika dalam hisup semakin banyak amal baik yang dikerjakan maka akan semakin besar peluang agar terhindar dari macam-macam siksa Allah. Serta semakin mudah dalam melewati fase-fase hari kiamat kelak. Sebaliknya, jika kemaksiatan dan keburukan yang sellau diperbuat di dunia ini maka akan kesulitan saat menghadapi hari kiamat kelak. Allah berfirman,

وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا

“Dan barangsiapa yangdiberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yangDia sesatkan maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penolong-penolong bagimereka selain dari Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat(diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediamanmereka adalah neraka jahannam. Tiap-tiap kali nyala api Jahannam itu akanpadam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya.” (QS. Al Isra’: 97)

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

“Dan pada hari kiamatkamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanyamenjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?” (QS. Az Zumar: 60)

Ada banyak macam-macam amal shaleh yang bisa kita kerjakan dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari antara lain: shalat fardhu 5 waktu, membaca al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, mengerjakan amalan sunnah dan lain sebagainya. Dan tentunya amal shaleh tersebut dikerjakan hanya untukmengharapkan Ridha Allah Swt.

Ikhlas Menjalani Hidup dan Pantang Menyerah

Setiap orang pasti punya permasalahan dalam hidup. Namun, yang menjadi pembeda ialah bagaimana cara seseorang menghadapi masalah tersebut. Orang yang beriman pada hari akhir akan menghadapi permasalahan dengan ikhlas, sabar, dan pantang menyerah untuk mencari solusinya. Karena ia memiliki keyakinan jika seseorang selalu istiqomah di jalan Allah, Allah akan bukakan kemudahan untuk setiap masalah yang dihadapinya. Sedangkan mereka yang tidak beriman akan sennatiasa berkeluh kesah dan fokus pada hambatan yang dihadapi. Bahkan mereka akan membiarkan masalah tersebut membelenggu diri mereka. Allah Ta’ala berfirman,

إنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. Fussilat: 30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU