Pesantren sebagai Pusat Keilmuan

Yuk, Kita simak video Pesantren sebagai Pusat Keilmuan dibawah ini!

Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua yang ada di Indonesia. Sejarah kelahirannya pun tidak dapat dipisahkan dari dari sejarah Islam di Indonesia itu sendiri. Keberadaan Pesantren sebagai Pusat Keilmuan adalah bukti keberhasilan para ulama dan tokoh Islam terdahulu dalam membangun islamisasi pendidikan.

Pesantren sebagai Pusat Keilmuan
Gambar: Para Pendiri Pesantren Indonesia
Sumber: http://indonesiabaik.id/

Asal-Usul Pesantren

Istilah pesantren sendiri berasal dari kata santri yaitu siswa yang mempelajarai agama Islam, yaitu dengan menambah awal pe dan akhiran an. Menurut beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa lahirnya pesantren memiliki asal usul yang berbeda. Pertama ada yang yang menjelaskan bahwa pesantren berasal dari budaya Islam asli, yaitu tradisi tarekat Islam. 

Kedua, menyatakan bahwa lahirnya pesantren berakar dari budaya pendidikan era Bani Umawiyah , yaitu kuttab. Ketiga. Menyatakan bahwa pesantren merupakan bentuk baru dari pendidikan yang kembangkan oleh umat Hindu terdahulu. Wallahu ‘alam.

Pertumbuhan dan Perkembangan Pesantren

Seiring dengan berkembangnya penyebaran Islam di Indonesia pada abad 12/13 M, maka para ulama juga harus membuat keseimbangan dengan memberikan fasilitas pendidikan agama Islam yang standar. Maka sangat tidak berlebihan apabila para ulama terdahulu sudah sangat gencar dalam mendirikan lembaga pendidikan berupa pesantren. Hal ini dicontohkan oleh Sunan Giri, Raden Fatah, Sunan Bonang dan lainnya.

Namun sejak masa kolonial, lembaga pendidikan pesantren ini oleh belanda dianggap jelek dan tradisional. Hal ini mungkin disebabkan karena banyak dari kalangan pesantren baik kiai maupun santrinya yang menolak dan melawan penjajahan. Bahkan hampir semua perlawan fisik yang terjadi di Indonesia dimotori oleh para kiai-kiai pesantren, seperti perang Diponegoro, Paderi, Banjar dan yang lainnya.

Peran pesantren tidak hanya terbatas pada perlawanan penjajahan, namun ia juga memiliki peran besar dalam bidang-bidang lainnya, KH. Besari mampu meleraikan pertikaian di keraton Kartasura, KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Dahlan mampu mendirikan organisasi masyarakat Islam besar yaitu Muhammadiyah dan NU. KH. Samanhudi mampu membangkitkan ekonomi umat melaku SDI (Syarekat Dagang Islam).

Sampai sekarang peran pesantren dalam perkembangan pendidikan di Indonesia tidak dapat dipungkiri. Pesantren juga mampu melakukan modernisasi sistem pendidikan sebagaimana lembaga pendidikan pada umumnya. Tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu Islam (kitab kuning atau kitab gundul), namun juga mengajarkan ilmu-ilmu pengetahun umum lainnya yang sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Selain itu, pesantren juga sudah sangat akrab dengan metode-metode ilmiah modern dan tentunya lebih terbuka dengan perkembangan di luar dirinya.

Baca Juga: Seni dan Budaya Islam di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU