Peran Bakteri dalam Pembuatan Yoghurt

Yuk, Kita simak video Peran Bakteri dalam Pembuatan Yoghurt dibawah ini!

Apakah kamu pernah minum yoghurt? Yoghurt adalah salah satu olahan susu yang banyak disukai orang. Dibandingkan dengan susu biasa, olahan yoghurt memiliki tekstur yang  lebih kental serta rasa yang lebih asam. Yoghurt merupakan produk yang dihasilkan lewat proses fermentasi. 

Istilah fermentasi berasal dari bahasa Latin, yaitu ferfere yang bararti mendidihkan. Fermentasi merupakan proses terjadinya penguraian senyawa-senyawa organik untuk memnghasilkan energi yang berlangsung tanpa adanya oksigen (anaerob). Proses fermentasi biasanya melibatkan mikroba. Dalam pembuatan yoghurt, mikroba yang berperan antara lain Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus.

Yoghurt

Tahukah Anda? Yoghurt memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan susu murni (tanpa olahan). Dan Yoghurt juga dapat menjadi salah satu solusi untuk mereka yang memiliki masalah (alergi)  jika mengonsumsi susu langsung tanpa diolah.  Yoghurt berasal dari bahasa Turki yang bermakna susu asam. Bentuk dari yoghurt ini lebih kental dari susu biasa, atau menyerupai krim. Seperti yang telah dijelaskan di atas, yoghurt dihasilkan dari proses fermentasi yang melibatkan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus. Pada proses fermentasi yoghurt, Peran Bakteri dalam Pembuatan Yoghurt sangat penting. Kedua baketri tersebut memiliki fungsi masing-masing. Lactobacillus bulgaricus berfungsi untuk membentuk aroma, sehingga yoghurt yang dihasilkan nanti memiliki aroma asam yang khas. Lactobacillus bulgaricus juga berfungsi menguraikan laktosa menjadi asam laktat. Sedangkan Streptococcus thermophillus berfungsi untuk menghasilkan cita rasa. 

Kedua bakteri ini dapat saling mempengaruhi satu sama lain.

Perkembangbiakan yang dilakukan Streptococcus thermophilus dapat memengaruhi perkembangbiakan dari Lactobacillus bulgaricus. Hal tersebut disebabkan karena Streptococcus thermophillus dapat menghasilkan asam adan karbondioksia, yang merupakan bahan yang dibutuhkan oleh Lactobacillus bulgaricus untuk berkembang biak. Begitu juga sebaliknya, Lactobacillus bulgaricus dapat menghasilkan asam amino dan peptida penstimulasi yang dibutuhkan oleh Streptococcus thermophillus untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.

Tahap pembuatan yoghurt

Secara singkat, berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat yoghurt.

  1. Susu segar dipanaskan atau direbus pada suhu 85-90⁰C. Proses ini dilakukan selama kurang lebih satu jam. Selama proses pemanasan, susu perlu diaduk agar protein yang terkandung pada susu tidak mengalami koagulasi.
  2. Setelah selesai direbus, langkah selanjutnya adalah pendinginan. Pendinginan dilakukan hingga suhu susu berkisar antara 37- 45 °C. Untuk menjaga agar susu tetap steril atau tidak terkontaminasi mikroba dari lingkungan, pendinginan sebaiknya dilakukan pada wadah tertutup.
  3. Proses berikutnya adalah penambahan bakteri atau inokulasi. Penambahan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus ini agar terjadi proses fermentasi pada susu. Penambahan bakteri ke dalam susu tersebut sejumlah 50 – 60 ml/liter susu.
  4. Setelah bakteri ditambahkan ke dalam susu, kemudian susu selanjutnya diperam di ruangan hangat atau inkubator yang bersuhu 30-40 °C dengan waktu minimal 10 jam. Susu yang diperam tersebut haruslah dalam kondisi tertutup agar terhindar dari kontaminan.
  5. Tahap berikutnya yaitu filtrasi. Filtrasi dilakukan untuk memisahkan antara bagian yang padat dengan bagian yang cair. Yoghurt yang kita konsumsi berasal dari bagian yang padat tersebut.
  6. Untuk memperkaya rasa, yoghurt yang telah jadi tersebut dapat ditambah dengan berbagai rasa sesuai selera.

Baca Juga: Manfaat Alga Hijau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU