Akulturasi Hindu-Buddha di Indonesia

Yuk, Kita simak video Akulturasi Hindu-Buddha di Indonesia dibawah ini!

Akulturasi Hindu-Buddha di Indonesia adalah suatu proses sosial dalam masyarakat dimana terjadi interaksi antara dua budaya yang berbeda sehingga mengakibatkan terbentuknya budaya baru. Namun, unsur dan sifat budaya yang asli masih tetap ada. Kebudayaan baru yang merupakan hasil percampuran itu masing-masing tidak kehilangan kepribadian/ciri khasnya. Budaya Hindu-Buddha diserap dan berpadu dengan budaya yang ada di Indonesia.

Terjalinya kontak antara Penganut agama Hindu dengan masyarakat Indonesia mengakibatkan adanya kontak budaya atau akulturasi yang menghasilkan bentuk-bentuk kebudayaan baru tetapi tidak melenyapkan kepribadian kebudayaan sendiri. Sebagaiaman diuraikan Haryoso akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya. Oleh karena itulah, masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia tidak diterima seperti apa adanya. Namun, diolah dan disesuaikan dengan budaya yang dimiliki penduduk Indonesia. Budaya tersebut kemudian berpadu dengan kebudayaa asli Indonesia menjadi bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu.

Berikut wujud akulturasi budaya tersebut.

  • Religi/kepercayaan
  • Bahasa
  • Organisasi Sosial Kemasyarakatan
  • Peralatan Hidup dan Teknologi.
  • Kesenian
  • Sistem Pengetahuan

Wujud Akulturasi dalam system religi/kepercayaan dimana Agama Hindu yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme, atau dengan kata lain Sinkritisme yang merupakan bagian dari proses akulturasi yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. Untuk itu agama Hindu yang berkembang di Indonesia berbeda dengan yang dianut oleh masyarakat India, sebagai bukti Upacara Nyepi yang dilaksanakan Umat Hindu Bali tidak dilaksanakan oleh Umat Hindu di India.

Baca juga: Kebudayaan Masyarakat Zaman Praaksara

Wujud akulturasi dalam bidang bahasa dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa sansekerta yang dapat ditemukan sampai sekarang dalam bahasa Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan prasasti(batu tulis) peninggalan kerajaan Hindu pada abad ke 5-7 M, contohnya prasasti Yupa dari Kutai dan Prasasti peninggalan kerajaan Tarumanegara. Adapun untuk aksara, dapat dibuktikan dengan digunakannya huruf Pallawa, yang selanjutnya berkembang menjadi huruf Jawa Kuno(kawi) dan huruf(aksara) Bali dan Bugis sebagaimana dibuktikan dalam Prasasti Dinoyo(Malang) yang menggunakan huruf Jawa Kuno.

Berikutnya,

Akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat dilihat dari sejarah panjang sistem pemerintahan dan organisasi politik yang ada dalam sejarah Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari silih bergantinya kerajaan yang diperintah oleh raja secara turun menurun seperti kerajaan Singosari, Raja kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R. Wijaya (Raja Majapahit) diwujudkan sebagai Harihari(dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu). Sementara itu, dalam sistem kasta juga berlaku atau dipercayai oleh umat Hindu di Indonesia tetapi tidak sama persis dengan kasta-kasta yang ada di India. Hal ini karena kasta di India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Sedangkan di Indonesia kasta hanya diterapkan untuk upacara keagamaan.

Adapun dalam bidang peralatan hidup dan teknologi terlihat dalam seni bangunan candi. Dimana pembuatan  candi hanya mengambil unsur teknologinya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra. Kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca atau bangunan.

Selanjutnya,

Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari senir rupa, seni sastra, dan seni pertunjukan. Hal tersebut dapat dilihat dari relief dinding candi (gambar timbul). Gambar timbul pada candi tersebut banyak menggambarkan suatu kisah / cerita yang berhubungan dengan ajaran agama hindu. Di dalam candi-candi Hindu, relief yang mengambil kisah yang terdapat dalam kepercayaan Hindu seperti kisah Ramayana yang digambarkan melalui relief candi Prambanan ataupun candi Panataran. Dari relief-relief tersebut apabila diamati lebih lanjut, ternyata Indonesia juga mengambil kisah asli cerita tersebut. Namun, suasana kehidupan yang digambarkan oleh relief tersebut adalah suasana kehidupan asli keadaan alam ataupun masyarakat Indonesia.

Dalam bidang pengetahuan, wujud akulturasinya dalam bidang perhitungan waktu berdasarkan kalender Saka. Dalam perhitunga Saka, satu tahun sama dengan 365 hari dan perbedaannya dengan tahun masehi adalah 78 Tahun. Sebagai contoh misalnya tahun saka 1934, maka tahun masehiya 1934+78= 2012 M.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU