Unsur-Unsur Pembangun Teks Anekdot

Amatilah video berikut untuk memahami Unsur-Unsur Pembangun Teks Anekdot.

Pernahkah Anda membaca sebuah cerita lucu yang isinya mengkritik sesuatu? Jika Anda pernah membacanya, berarti Anda telah membaca dan memahami Unsur-Unsur Pembangun Teks Anekdot. Teks anekdot merupakan teks yang bercerita tentang hal-hal lucu yang bertujuan untuk mengkritik atau menyindir. Sindiran tersebut biasanya menyinggung masalah sosial, politik, pendidikan, dan lingkungan. Dalam teks anekdot  juga terdapat amanat, pesan moral, dan ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

Untuk dapat menyusun teks anekdot dengan baik, perhatikanlah unsur-unsur pembangun teks anekdot di bawah ini!

Unsur-unsur Pembangun Teks Anekdot

Unsur-unsur pembangun digunakan untuk membedakan jenis teks satu dengan teks yang lain, yang dijadikan sebagai identitas teks tersebut. Teks anekdot mempunyai unsur pembangun yang terdiri dari abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.

  • Abstraksi

Abstraksi merupakan bagian awal paragraf yang berfungsi memberikan gambaran tentang isi teks, biasanya menunjukkan hasil yang unik agar pembaca dapat membayangkannya. 

  • Orientasi 

Orientasi merupakan bagian yang menjelaskan awal cerita atau latar belakang peristiwa itu dapat terjadi.

  • Krisis

Krisis merupakan bagian yang menjelaskan tentang pokok masalah utama dengan warna unik yang tidak biasa. 

  • Reaksi

Reaksi merupakan bagian berupa penyelesaian masalah yang menggunakan cara-cara yang unik dan berbeda. 

  • Koda

Koda merupakan bagian penutup dalam teks anekdot. Bagian ini berisi kesimpulan mengenai kejadian yang terjadi pada tokoh cerita. 

Agar lebih memahami unsur-unsur pembangun teks anekdot, perhatikan contoh teks anekdot di bawah ini!

Obat Sakit Kepala

Abstraksi

Sore itu udara terasa sejuk, seorang laki-laki bernama Agus sedang bersantai di halaman rumah sambil memainkan gitar kesayangannya. Tak lama kemudian, datanglah tetangga dekatnya bernama Agung dengan wajah yang terlihat sangat lesu.  

Orientasi

Agus menyambut kedata0ngan Agung dengan senang hati lalu mempersilahkan Agung masuk ke rumahnya. Tidak lupa, Agus pun menyiapkan minum dan camilan untuk Agung. Setelah itu, mereka saling bercerita mengenai keadaan masing-masing.  

Krisis

Agung mulai bercerita mengenai keadaannya yang sering merasakan sakit kepala akhir-akhir ini. Hal ini membuat dirinya sulit untuk fokus dalam segala hal, terutama dalam pekerjaannya. Ia merasa lesu dan tidak bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaannya. Belum lagi handphonenya yang rusak dan belum bisa diperbaiki. Hal ini membuat dirinya tambah sakit kepala. Agung sudah periksa ke dokter, namun sakit kepalanya tak lekas sembuh juga.

Reaksi

Agus merasa kasian mendengar cerita tetangganya tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya mempunyai obat yang bisa menyembuhkan sakit kepala Agung. Agus memohon izin kepada Agung untuk mengambil obat tersebut. Tak lama kemudian, Agus datang dengan membawa secarik amplop putih dan diberikan kepada Agung.

Koda

Sesampainya di rumah, Agung membuka amplop yang diberikan Agus kepadanya dengan senyum lebar. Namun, setelah amplop dibuka Agung tidak menemukan sejumlah uang di dalamnya. Yang ada malah secarik kertas dengan tulisan “Perbanyak doa dan dzikir, Mas Agung”.

Baca Juga : Ciri Tertentu Hikayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU