Muatan Listrik pada Tubuh Manusia

Yuk, Kita simak video Muatan Listrik pada Tubuh Manusia dibawah ini!

Pernahkah kamu menonton film “Gundala”? Ya,  film tersebut bercerita tentang seorang karakter pahlawan yang memiliki kekuatan super. Di mana Gundala dapat mengeluarkan petir atau listrik dari tubuhnya untuk mengalahkan musuh. Tahukah kamu bahwa manusia memang benar-benar memiliki muatan listrik pada tubuhnya? Meskipun tidak sedramatis di film Gundala tentunya. Tubuh manusia memiliki muatan listrik dan sering juga disebut sebagai medan listrik alami. Muatan Listrik pada Tubuh Manusia memiliki manfaat terutama untuk menunjang kerja organ-organ tubuh. 

Listrik statis

Merupakan suatu kekuatan listrik tidak seimbang yang berkumpul pada suatu permukaan objek hingga kumpulan listrik tersebut mengalirkan listriknya dengan cara melepaskan muatannya. Listrik statis dapat tercipta pada tubuh manusia. Misalnya saja pada aktivitas harian, kadangkala ujung jari kita terasa tersetrum ketika menyentuh seseorang atau pakaian seseorang.

Seperti yang telah kita ketahui, semua benda termasuk tubuh manusia tersusun atas atom. Atom sendiri tersusun dari beberapa bagian, yaitu proton, elektron, dan neutron. Proton memiliki muatan positif (+), elektron memiliki muatan negatif (-), sedangkan netronn memiliki muatan yang netral.

Pada kondisi normal, atom di dalam tubuh manusia memiliki muatan yang seimbang. Namun ketika berada dalam kondisi tertentu yang menyebabkan muatan tidak seimbang (atom bermuatan positif atau negatif). Maka atom tersebut akan mencari atom lain untuk melepaskan aliran listrik.

Contohnya tubuh Andi kelebihan elektron, sehingga kemudian tubuh Andi akan mengalirkan energi negatif. Pertemuan dan perpindahan muatan ini disebut pelepasan atom dan menyebabkan reaksi statis atau sering disebut dengan tersetrum.

Tubuh tersengat listrik 

Kadangkala pada suatu kondisi tertentu, tubuh kita terasa tersengat listrik atau tersetrum. Hal tersebut dapat terjadi karena tubuh manusia merupakan medan listrik alami. Tersetrum dapat memberikan risiko tinggi bagi tubuh kita, tergantung dari  seberapa besar muatan listriknya. 

Level ringan

Di level ini tubuh tersengat arus listrik 0-10 mA. Arus listrik tersebut dapat menyebabkan tubuh mengalami kejutan maupun kesemutan. Pada level ini risiko untuk tubuh terbilang ringan dan tidak terlalu berbahaya. Tubuh kita secara refleks akan segera menjauhkan diri dari sumber sengatan.

Level sedang

Pada level ini, tubuh tersengat arus listrik sebesar 30 mA. Arus listrik sebesar itu memiliki risiko yang lebih besar untuk tubuh. Tubuh akan merasakan efek kejut yang lebih tinggi dan terasa lebih sakit jika dibandingkan dengan level ringan. Pada beberapa kasus, tersetrum level sedang ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada sistem pernapasan.

Level berat

Level berbahaya ketika tubuh tersengat listrik di atas 50 mA. Pada level ini, orang yang tersengat listrik dapat pingsan. Denyut jantung dapat terganggu bahkan dapat berhenti. Level ini dapat dikatakan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian. 

Baca Juga: Penerapan Hukum Ohm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU