Penerapan Hukum Ohm

Yuk, Kita simak video Penerapan Hukum Ohm dibawah ini!

Apakah di rumahmu terdapat barang-barang elektronik? Untuk menggunakan barang-barang tersebut kita membutuhkan aliran listrik dengan kuat arus ataupun tegangan yang sesuai. Lampu misalnya, supaya dapat menyala dengan optimal maka diperlukan tegangan yang sesuai. Apabila tegangan yang diperlukan kurang dari yang seharusnya dibutuhkan, maka akan menyebabkan nyala lampu menjadi lebih redup. Sebaliknya, jika tegangan listrik melebihi dari yang dibutuhkan, maka nyala lampu akan sangat terang dan kemungkinan lampu akan cepat mati/putus. Peristiwa ini adalah salah satu contoh penerapan hukum ohm dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah penemuan dan bunyi Hukum Ohm

Hukum Ohm merupakan suatu pernyataan bahwa: 

“Besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya”. 

Hukum ini ditemukan oleh Georg Simon Ohm (1789-1854). Georg Simon Ohm menemukan dasar-dasar hubungan antara arus listrik, hambatan, dan daya listrik  pada tahun 1826. Hasil penemuannya tersebut kemudian dipublikasikan pada tahun 1827. 

Ohm lahir di Erlangen, Jerman pada tanggal 16 Maret 1789. Semasa hidupnya, Ohm dikenal sebagai seorang fisikawan yang banyak mengemukakan teori di bidang kelistrikan. Pada tahun 1825, Ohm mempublikasikan naskah ilmiah pertamanya yang berisi tentang pemeriksaan penurunan gaya elektromagnetik yang dihasilkan oleh suatu kawat yang diperpanjang ukurannya. 

Pada tahun 1826, Ohm mempublikasikan dua naskah. Salah satu dari naskah tersebut berisi tentang dasar-dasar teori yang mendukung publikasi berikutnya yang memuat tentang hukum Ohm. Ohm melakukan eksperimen dengan memakai alat-alat yang ia rancang sendiri, hingga pada akhirnya tercetuslah hukum Ohm. Hukum Ohm temuannya ini dipublikasikan pada tahun 1827 pada buku yang berjudul “Die Galvanische Kette, Mathematisch Bearbeitet” atau dalam bahasa Inggris “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically”.

Secara ringkas, hukum Ohm menyatakan bahwa:

  • “Besarnya  kuat arus (I)  yang melalui konduktor  antara dua titik berbanding lurus  dengan beda potensial atau tegangan (V) di dua titik tersebut, dan berbanding terbalik dengan hambatan atau resistansi(R) di antara mereka.”
  • “Besarnya tegangan pada suatu cabang(V) yang mengandung hambatan (R) yang dialiri arus sebesar (I) adalah sama dengan hasil resistansi dengan arus yang mengalir pada cara tersebut.”

Penggunaan Hukum Ohm

Persamaan Hukum Ohm dapat dinyatakan sebagai berikut:

V = I × R

keterangan:

V = tegangan (Volt)

I = kuat arus (Ampere)

R = resistensi (Ohm)

Hukum Ohm ini dijadikan sebagai peraturan dasar untuk menganalisa rangkaian elektronik sederhana. Dengan hukum ini, kita dapat mengatur arus, tegangan, ataupun resistensi yang diperlukan.  Hukum Ohm juga digunakan untuk dasar perakitan rangkaian elektronik. Dalam aplikasinya untuk pemakaian listrik, Hukum Ohm dapat membantu kita untuk menganalisis gangguan yang mungkin terjadi selama pemakaian listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU