Bahaya Jarum Suntik Tidak Steril

Yuk, Kita simak video Bahaya Jarum Suntik Tidak Steril dibawah ini!

Tahukah Anda Bahaya Jarum Suntik Tidak Steril? Jarum suntik hendaknya hanya boleh digunakan satu kali dan hanya pada satu orang. Setelah digunakan pun jarum tersebut tidak boleh dibuang di sembarang tempat. Akan tetapi dibuang di tempat khusus medis yang sudah diberi keterangan “sampah medis”.

Jarum suntik bekas yang mengenai orang lain dapat menularkan penyakit yang diderita oleh pengguna sebelumnya. Beberapa penyakit yang dapat menular melalui penggunaan jarum suntik sebagai berikut.

HIV/AIDS

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa penularan HIV/AIDS salah satunya adalah melalui jarum suntik. Biasanya penularan terjadi saat para penderita mengkonsumsi narkoba yang disuntikkan dan dilakukan secara bergantian. 

Bukan hanya pengguna narkoba, penggunaan jarum pada proses pembuatan tatto yang tidak steril juga dapat menularkan penyakit tersebut kepada orang lain yang juga melakukan pembuatan tatto.

Gambar . Penggunaan jarum suntik untuk narkoba
Sumber : https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/narkoba-terpopuler-di-indonesia-apa-efeknya-pada-tubuh/

Penyakit Sifilis

Penyakit sifilis merupakan salah satu penyakit menular seksual yang diakibatkan oleh infeksi bakteri treponema pallidium. Bakteri tersebut dapat menular melalui luka di alat kelamin. Misalnya luka yang terjadi di vagina, penis, anus, bibir, maupun mulut. Penyakit sifilis ini ternyata juga dapat ditularkan melalui penggunan jarum suntik yang dilakukan secara bergantian.

Pada tahap awal, penyakit sifilis memperlihatkan gejala ulkus durum atau luka dangkal pada daerah penis, vagina, atau mulut tanpa disertai dengan rasa nyeri. Sampai tahap ini, bakteri akan tetap berada pada tubuh, meski gejala berkurang atau rasa nyeri tersebut hilang.

Tahap berikutnya merupakan tahap kelanjutan dari infeksi bakteri treponema pallidium. Pada tahap ini muncul benjolan seperti jengger ayam pada daerah kemaluan. 

Pada tahap akhir, atau stadium laten, organ dalam pada penderita akan mengalami kerusakan sedikit demi sedikit tanpa gejala yang ditimbulkan yang nampak.

Bahaya Jarum Suntik Tidak Steril
Gambar Contoh penderita Sifilis
Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/

Penyakit Hepatitis B

Disebabakn oleh virus HBV. Penyakit ini bisa fatal jika menjalar hingga sirosis atau kanker hati. Penyakit ini umumnya menular melalui kontak seksual, penggunaan jarum suntik serta penularan ibu pada bayi ketika proses persalinan.

Untuk mencegah tertularnya penyakit ini, maka Anda disarankan menggunakan jarum suntik steril untuk segala prosedur pengobatan serta menghindari penggunaan barang secara bergantian seperti sikat didi, anting, dan alat cukur.

Bahaya Jarum Suntik Tidak Steril
Gambar. Contoh penderita Hepatitis
Sumber: http://tokoikhtiar.com/mengenal-penyakit-hepatitis/

Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis umumnya tidak menampakkan gejala. Namun para penderita baru menyadarinya beberapa tahun setelah terjadi kerusakan hati penderita tersebut. Penderita Hepatitis C bisa sembuh tanpa penanganan khusus hanya berkisar 15-45% saja. Sisanya akanmenyimpan virus dalamjangka waktu yang lama. lama-kelamaan virusyang tersimpan ini akan berkembang menjadi infeksi kronis hingga berujung pada kanker hati.

Untk mencegah tertularnya penyakit ini, Anda wajib menghindari penggunaan jarum suntik yang tidak steril, bahkan secara bergantian, penggunaan barang pribadi secara bergantian, dan hubungan seksual tanpa pengaman.

Bakteri Streptococcus sp

Tahukah Anda bahwa bakteri Streptococcus sp diam dalam tubuh orang sehat. Dalam tubuh manusia, bakteri ini terbagi menjadi dua tipe, pertama streptococcus tipe A yang hidup di kulit dan tenggorokan, dan tipe B yang mendiami usus, vagina, dan bagian akhir usus besar.

Bakteri tipe A bisa memperlihatkan gejala seperti radang tenggorokan, demam yang disertai bercak merah, putih, atau kuning pada tenggorokan atau demam scarlet, demam reumatik, impetigo, dan glomerulonephritis (tekanan darah tinggi disertai pembengkakan lengan serta urin berwarna merah dan berbusa).

Sedangkan bakteri tipe B bisa menimbulkan infeksi kulit dan jaringan halus, pneumonia (infeksi paru), infeksi saluran kencing, meningitis, dan peradangan di seluruh tubuh (sepsis).

Untuk menghindari tertular bakteri ini, Anda wajib menghindari penggunaan jarum suntik tidak steril, penggunaan barang pribadi secara bergantian, serta berhubungan seksual tanpa alat pengaman.

Bakteri Staphylococcus sp

Seperti halnya bakteri Streptococcus sp, Bakteri ini bisa ditemukan pada orang sehat dan tidak menimbulkan masalah. Namun, bila terjadi masalah, bakteri ini bisa memicu infeksi staph. Gejala infeksi ini bisa berupa masalah kulit minor hingga infeksi mematikan pada lapisan jantung.

Dampak yang ditimbulkan antara lain bisul pada bawah ketiak, paha atau bokong, ruam besar seperti kulit yang melepuh (impetigo), infeksi pada lapisan kulit dalam (selulitis), serta staphylococcal scalded skin syndrome yang seringkali menyerang anak-anak.

Untuk menghindari tertular bakteri ini, Anda wajib menghindari penggunaan jarum suntik tidak steril, penggunaan barang pribadi secara bergantian, serta berhubungan seksual tanpa alat pengaman.

Itulah beberapa penyakit yang ditularkan melalui jarum suntik. Untuk itu, jika Anda menemukan jarum suntik bekas, maka berhati-hatilah terhadap jarum suntik tersebut. Jika ingin membuangnya, gunakan pelindung tangan supaya tidak melukai tangan Anda yang bisa mengakibatkan tertular penyakit dari jarum suntik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU