Asidimetri dan Alkalimetri

Yuk, Kita simak video Asidimetri dan Alkalimetri dibawah ini !

Titrasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan kadar suatu larutan dengan mereaksikan sejumlah larutan tersebut yang volumenya terukur dengan suatu larutan lain yang telah diketahui kadarnya (larutan standar) secara bertahap. Penentuan kadar ini dapat dilakukan dengan dua metode yaitu titrasi asidimetri dan alkalimetri. 

Asidimetri dan alkalimetri termasuk reaksi netralisasi yakni reaksi antara ion hidrogen yang berasal dari asam dengan ion hidroksida yang berasal dari basa untuk menghasilkan air yang bersifat netral. Netralisasi dapat juga dikatakan sebagai reaksi antara donor proton (asam) dengan penerima proton (basa). (http://graciez-pharmacy.blogspot.com/2012/11/asidi-alkalimetri.html)

ASIDIMETRI

Asidimetri merupakan penetapan kadar secara kuantitatif terhadap senyawa-senyawa yang bersifat basa dengan menggunakan larutan asam sebagai larutan standar. Sebaliknya alkalimetri adalah penetapan kadar senyawa-senyawa yang bersifat asam dengan menggunakan larutan basa sebagai larutan standar.

Dalam proses titrasi sebelumnya sudah ditentukan larutan standar yang digunakan dengan kadar yg sudah diketahui, larutan sampel yang akan dititrasi sudah ditentukan volume yang digunakan, juga indikator yang akan digunakan dalam proses titrasi tersebut. Indikator sangat penting dalam proses titrasi dan tidak boleh terlupakan. Indikator merupakan suatu larutan yang berfungsi untuk menunjukkan saat tercapainya titik ekivalen dengan ditandai dengan adanya perubahan warna pada sample yang dititrasi.

https://1.bp.blogspot.com/-TlCa4b2n8B0/VhPQLLQ1cxI/AAAAAAAACT8/4RRYYQWii1k/s1600/indcolors.gif

TITIK EKIVALEN

Titik ekivalen merupakan saat dimana reaksi sempurna tercapai atau titik stoikiometri biasanya titik akhir titrasi disebut juga titik akhir teoritis. Pada percobaan titrasi biasanya titrasi dilakukan minimal 3 kali pengulangan. Hal ini dilakukan untuk menguji presisi atau kecermatan dalam percobaan, jika setelah dilakukan pengukuran berulang-ulang sedangkan variasi hasilnya kecil. Maka dapat dikatan bahwa kecermatan pengukuran tersebut tinggi.

Baca juga: MEMBUAT SABUN DARI LIDAH BUAYA

Larutan standar asam yang sering digunakan dalam asidimetri umumnya dibuat dari asam klorida dan asam sulfat. Kedua asam ini dapat digunakan pada hampir semua titrasi, akan tetapi asam klorida lebih disukai daripada asam sulfat. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa senyawa basa akan terbentuk endapan dengan asam sulfat, seperti barium hidroksida.

Sedangkan larutan standar basa yang sering digunakan dalam proses alkalimetri adalah NaOH dengan larutan indikator yang digunakan seperti phenolftalein (pp).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU