Cara Kerja Larutan Penyangga Dalam Darah

Yuk, Kita simak video Larutan Penyangga Dalam Darah dibawah ini !

Larutan penyangga atau buffer atau larutan dapar merupakan suatu sistem larutan yang berfungsi untuk mempertahankan nilai pH larutan agar tidak terjadi perubahan pH yang berarti oleh karena penambahan asam atau basa maupun pengenceran. Dalam darah manusia juga terdapat larutan penyangga yang berfungsi dalam mempertahankan nilai pH dalam darah manusia tetap sekitar 7,4.

Larutan penyangga dalam darah manusia sangat berperan penting bagi kehidupan manusia, jika terjadi perubahan nilai pH dalam darah manusia, maka akan berakibat fatal bagi tubuh manusia. Maka nilai pH darah manusia perlu dijaga agar tidak mengalami penurunan hingga di bawah pH 7,0 atau naik di atas 7,8.

Gambar terkait
Gambar: Sistem penyangga dalam darah
Sumber: https://id.pinterest.com/pin/772085929836996538/?lp=true

Larutan penyangga yang terdapat dalam darah manusia merupakan larutan penyangga karbonat-bikarbonat (H2CO3/HCO3). Setiap hari kita dapat memakan berbagai jenis makanan. Maka jika terdapat zat asam atau basa yang masuk kedalam sistem darah manusia, zat asam atau basa tersebut akan dinetralisir oleh larutan tersebut.

Jika Jika darah kemasukan zat yang bersifat asam, maka ion H+ dari asam tersebut akan bereaksi dengan ion HCO3:

Sebaliknya, jika darah kemasukan zat yang bersifat basa, maka ion OH akan bereaksi dengan H2CO3:

Baca Juga : Asidimetri Dan Alkalimetri

Perbandingan ,

Perbandingan konsentrasi [H2CO3] : [HCO3] dalam darah sekitar 20 : 1.

Maka apabila di dalam darah banyak terlarut tersebut, darah akan segera melepaskan gas CO2 ke dalam paru–paru.

Jika metabolisme tubuh meningkat (misalnya akibat olahraga atau ketakutan). Maka pada proses metabolisme tersebut banyak dihasilkan zat-zat yang bersifat asam masuk ke dalam aliran darah yang akan bereaksi dengan HCO3 dalam darah yang menghasilkan H2CO3 dalam darah. Tingginya kadar H2CO3 akan berakibat pada turunnya nilai pH. Untuk menjaga agar penurunhan pH tidak terlalu besar, maka H2CO3 akan segera terurai menjadi gas CO2 dan H2O. Akibat yang terjadi adalah pernafasan berlangsung lebih cepat agar darah dapat membuang CO2 ke dalam paru–paru dengan cepat. Hal yang sebaliknya akan terjadi jika pada kondisi tertentu darah banyak mengandung basa (ion OH). Adanya basa akan diikat oleh H2CO3 yang selanjutnya akan berubah menjadi ion HCO3. Dengan demikian, diperlukan gas CO2 dari paru–paru yang harus dimasukan ke dalam darah untuk menggantikan H2CO3 tersebut. Hal ini mengakibatkan pernafasan juga berlangsung lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU