Bagaimana Cara Mengidentifikasi Larutan Asam dan Basa

Yuk, Kita simak dahulu video Larutan Asam dan Basa dibawah ini !

Larutan asam dan basa sangat banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Cara konvensional yang bisa kita lakukan untuk mengidentifikasi larutan asam dan basa tersebut adalah dari rasanya. Bahan-bahan yang mengandung senyawa asam akan mempunyai rasa masam seperti jeruk, tomat, anggur, cuka makanan dan lain sebagainya. Sedangkan bahan-bahan yang mengandung rasa basa akan mempunyai rasa pahit seperti sabun, obat mag, detergen, baking soda, air kapur, air kencing dan lain sebagainya. 

Akan tetapi tidak semua bahan yang mengandung asam maupun basa aman bagi tubuh manusia. Sehingga pengenalan bahan yang mengandung asam dan basa tidak bisa dilakukan hanya dengan mencicipi rasanya. Lantas bagaimana cara mengidentifikasi larutan asam basa?

Cara mengidentifikasi larutan asam basa adalah sebagai berikut :

  1. Menggunakan kertas lakmus

Kertas lakmus merupakan suatu kertas yang diberi suatu senyawa kimia, sehingga akan menunjukkan warna yang berbeda apabila dimasukkan ke dalam larutan asam atau basa. Kertas lakmus terdapat 2 warna, yaitu kertas lamus merah dan kertas lakmus biru. Dalam suatu bahan yang mengandung suatu asam warna kertas lakmus akan berubah menjadi merah, sedangkan dalam bahan yang mengandung suatu basa warna kertas lakmus berubah menjadi biru. Sedangkan dalam larutan netral kertas lakmus tidak menunjukkan adanya perubahan warna.

Baca Juga: Pembahasan Soal Hirolisis

 2. Menggunakan larutan indikator

Larutan indikator merupakan suatu larutan yang mempunyai warna spesifik pada pH tertentu. Dalam suasana asam maupun basa larutan indikator akan memberikan perubahan warna yang berbeda, sehingga dapat dilakukan proses identifikasi berdasarkan perubahan warnanya. Tabel berikut menunjukkan beberapa larutan indikator yang sering digunakan dalam identifikasi larutan asam basa.

Tabel. Indikator asam basa

Indikator Trayek pHPerubahan warna
Metil kuning2,9 – 4.0Merah – kuning 
Metil jingga3,1 – 4,4 Merah – kuning 
Bromokresol hijau3,8 – 5,4Kuning – biru 
Metil merah4,4 – 6,2Merah – kuning 
Bromotimol biru6,0 – 7,6Kuning – biru 
Fenolftalein8,3 – 10,0Tidak berwarna – ungu 

Selain indikator yang disebutkan di atas, larutan indikator juga dapat dibuat dari bahan alam. Contoh tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai indikator alam yaitu kubis merah, bunga geranium, kol ungu dan lain-lain.

Selain itu,

3. Indikator universal

Indikator universal adalah indikator pH berisi larutan dari beberapa senyawa yang menunjukkan beberapa perubahan warna yang halus pada rentang pH antara 1-14 untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan larutan.

4. Menggunakan pH meter

pH merupakan derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki suatu larutan. (https://id.wikipedia.org/wiki/PH) (ini untuk eksternal link ya mb selka) pH meter merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur pH suatu larutan sehingga kita dapat mengidentifikasi sifat dari larutan tersebut. Suatu larutan asam akan memberikan hasil nilai pH < 7, sedangkan larutan basa akan memberikan hasil nilai pH > 7.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU