Pertolongan Pertama Pada Penderita Pingsan

Yuk, Kita simak video cara memberi Pertolongan Pertama Pada Penderita Pingsan dibawah ini !

Apakah Anda pernah mengalami pingsan? Pernah melakukan pertolongan pertama pada penderita pingsan? Ataukah pernah melihat teman Anda mengalami pingsan? Mungkin Anda pernah mengikuti upacara bendera pada hari senin di sekolah, atau pada peringatan hari-hari nasional tertentu di sekolah. Pada saat upacara tersebut adakah teman Anda yang mengalami pingsan? Apa yang Anda lakukan ketika teman Anda tersebut pingsan? Benar, membantu menolongnya.

Bagaimana seharusnya pertolongan pertama pada penderita pingsan?

1. Baringkan penderita

Biasanya penderita pingsan merasakan kestabilan dirinya berkurang dan merasa akan terjatuh. Keluhan dapat muncul berupa pandangan mata semakin memburam. Saat penderita mengatakan dirinya akan pingsan, maka segera bantu penderita untuk berbaring, dan cegah penderita untuk bangkit terlalu cepat, untuk mencegah kejadian pingsan berulang. Namun jika tidak ada tempat untuk berbarang, maka penderita boleh duduk.

2. Area kaki ditinggikan

Ketika penderita pinsan telah berbaring, maka hendaknya segera ditinggikan dengna bantal bantal atau benda apapun yang membuat posisi kaki menjadi lebnih tinggi dari posisi kepala. Hal ini betujuan utuk memperbanyak aliran darah yang menuju ke otak. Namun posisi ini hanya dilakukan bagi penderita yang tidak mengalami cedera apapun (terjatuh saat terjadi pingsan).

Selanjutnya…

3. Melonggarkan pakaian

Apabila penderita memakai pakaian yang ketat, usahakan untuk melonggarakannya dengan tujuan meminimalkan pertukaran udara yang buruk, misalnya dengan cara membuka kancing kerah penderita. Baju yang agak longgar, penderita dapat bernapas lebih mudah dan leluasa, sehingga pertukaran oksigen dapat berjalan dengan lancar.

Kemudian jangan biarkan banyak orang mengerumuni penderita, tapi biarkan penderita berbaring dengan tenang dan di udara terbuka, supaya lebih banyak oksigen untuknya.

Baca juga: Dampak Kurang Aktivitas Fisik

4. Menyadarkan Penderita

Setelah penderita berbaring dan mendapatkan ruang yang cukup untuk bernapas, maka cobalah untuk menyadarkannya. Tepuk tubuhnya, kemudian berikan guncangan, dan memanggilnya dengan kencang. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan kesadaran penderita, bila memang yang dialaminya hanya pinsang sederhana atau ringan.

5. Menghubungi Petugas Kesehatan bila diperlukan

Jika penderita tidak jug menyadarkan diri setelah dilakukan kegiatan di atas, maka segera panggil petugas kesehatan atau ambulan. Begitu pula jika Anda menemukan bahwa penderita tidak bernapas atau tidak ada denyut jantung di nadi karotis (di samping leher), maka segara mulai Resusitasi Jantung Paru (RJP). Segera panggil petugas medis sembari meneruskan siklus RJP. Lakukan RJP dengan cara kompresi dada sebanyak 30 kali, dilanjutkan pernapasan buatan sebanyak 2 kali, lakukan hal tersebut berulang sampai petugas medis datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MENU